Adian Napitupulu Jadi Ketua Pemenangan Pilkada Nasional: Usung Calon Bukan Karena Bapaknya Siapa!

JAKARTA – PDI Perjuangan menunjuk Adian Napitupula sebagai ketua tim nasional pemenang pemilu. Saat pemilihan wali kota, Adian tidak akan mempertimbangkan calonnya sendiri.

Ditegaskannya, jika putra menteri tersebut tidak memiliki penelitian yang baik di bidang tersebut, maka PDIP tidak akan diberikan gelar tersebut.

“Bagaimana kita memilih calon kepala daerah, alat ukurnya apa? Kita lihat pemilu, jadi tidak memperhitungkan siapa dia. Misalnya presiden atau menteri? kita fokus pada mau atau tidaknya masyarakat.” Kata Adian:

PDIP tak mau memilih calon yang justru merugikan rakyat. Sebab menjadi wali kota mempunyai tanggung jawab terhadap banyak orang.

“Tentu saja, rencana kami adalah kami ingin memilih pemimpin daerah terbaik dan terbaik yang bisa kami temukan, mengapa? Di setiap daerah akan ada jutaan orang yang kesehatan, pendidikan, keterampilan sosial, dan sebagainya akan menjadi tanggung jawab mereka.” plus. untuk melanjutkan

Dengan digelarnya pilkada serentak, Adian berharap pertarungan terjadi antara masing-masing tim pemenangan tanpa melibatkan pejabat pemerintah. Agar kejadian di pemilu presiden tidak terulang kembali.

“Jangan sampai ada PNS yang bekerja di dunia politik untuk kepentingan satu atau dua calon lainnya. Biarlah pemilu lokal ini melawan partai pemenang, kekuatan partai politiknya. Jangan kita berinvestasi pada pekerjaan pemerintah untuk melakukan pembiayaan bersama. “sepertinya, itu tidak benar”.

Tanpa campur tangan aparat pemerintah, pilkada gabungan ini akan menjadi kehidupan yang sehat dan bukan perang yang mengerikan. Ia menegaskan, masyarakat harus bisa mencapai tempat pemungutan suara (TPS) dengan gembira dan gembira.

“Dan bebas memilih tanpa rasa takut, dengan penghentian peralatan, pengurangan kesejahteraan dan sebagainya. Itu harapan kita bisa saya selesaikan.”

Saya ingin kualitas demokrasi di pilkada lebih baik dibandingkan kualitas demokrasi di pemilu presiden sebelumnya, lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *