Analisis BMKG Terkait Gempa M5,8 Guncang Bolaang Mongondow, Tak Berpotensi Tsunami

JAKARTA – Gempa bumi melanda kawasan pantai utara Bolaang Mongondo, Sulawesi Utara pada Senin, 13 Mei 2024, 28/07/14. Episenter gempa dengan magnitudo terkini 5,6 terletak di lepas pantai 17 km sebelah utara Lolake, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada kedalaman 271 km.

Dariono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, mengatakan gempa yang terjadi di sana merupakan gempa berukuran sedang akibat deformasi batuan di Lempeng Laut Sulawesi.

Hal itu ditemukan setelah BMKG melakukan analisis dengan mempertimbangkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan ke bawah, kata Daryono dalam makalah yang dikutip, Senin (13/6/2024).

Berdasarkan gempa yang terjadi, mengguncang beberapa wilayah seperti Lolac, Sang Kunsiang, Bolaang, Kota Lolac, Kota Cotamobagu, Kota Bolaang Uki, Kota Tutuyan dan Kota Amurang Bolaang Mongondow dengan skala intensitas IV MMI.

Hingga saat ini belum ada kabar mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, jelas Daryono.

Hasil pemantauan BMKG, kata Daryono, tidak menunjukkan adanya aktivitas replika. Atas dasar itu, ia mengimbau warga untuk tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat membenarkan kebenaran.

“Untuk menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan yang anda tempati cukup tahan terhadap gempa, atau tidak terjadi kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum pulang ke rumah, “ucap Dariono.

(e)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *