Respons Ramadhan Sananta soal Rencana Shin Tae-yong Naturalisasi Striker Baru di Timnas Indonesia

Ramadan Sananta mengaku tak gentar dengan rencana Shin Tae-yong mendatangkan striker baru untuk timnas Indonesia. Ia mengaku siap bekerja lebih keras dan memperjuangkan tempat di lini depan Skuadron Garuda.

Sananta merupakan salah satu pemain utama timnas Indonesia yang ditunjuk oleh Shin Tae-yong. Namun, ia tidak masuk dalam panggilan terakhir melawan Irak dan Filipina pada dua laga terakhir Grup F putaran kedua kualifikasi Piala Dunia Asia 2026 pada Juni tahun ini.

Alhasil, tim Merah Putih kalah dari tim Irak dengan skor 0-2 di Stadion Utama Bung Karno Sinayangara Jakarta, lalu mengalahkan tim Filipina 2-0. Hasil tersebut membuat Jay Ezes dkk lolos ke babak ketiga Kualifikasi Asia Piala Dunia 2026 di Grup F.

Meski menang, tim Merah Putih banyak menyia-nyiakan peluang saat melawan Filipina. Ragnar Auratmangoin khususnya melewatkan beberapa peluang emas untuk mencetak gol.

Sananta tak menampik kesal melihat rekan-rekannya membuang begitu banyak peluang saat melawan Filipina. Namun, menurutnya, apa yang terjadi di lapangan berbeda dengan apa yang dilihat dunia luar. Meski demikian, pemain berusia 21 tahun itu menilai perlu ada evaluasi terhadap penyerang timnas Indonesia tersebut.

“Ya tentu saja saya paling menantikannya karena banyak sekali peluang yang ada. Tapi entahlah, menurut saya situasi di lapangan dan di luar lapangan berbeda karena di lapangan kami harus melakukannya. mengambil keputusan yang cepat dan tepat, jadi menurutku mungkin ada beberapa kesalahan yang perlu kita pelajari sebelumnya,” kata Sananta kepada kru. Media, termasuk MNC Portal Indonesia, bertemu di Jakarta, Jumat (14 Juni 2024).

Pada laga Timnas Indonesia melawan Filipina, Shin Tae-yong juga merasa tidak puas dengan buruknya performa para pemain depannya. Usai pertandingan, ia menegaskan akan terus mencari pemain depan lainnya dan tidak menutup kemungkinan mengambil jalur naturalisasi.

Menggaungkan perkataan pelatihnya, Sanantha tidak takut. Meski tahu akan sulit lolos masuk timnas Indonesia di babak ketiga, namun ia tak gentar bersaing dengan pemain lain meski ada pemain naturalisasi baru di lini depan.

Baca juga:

“Iya, seperti yang saya bilang tadi, sulit sekali bagi saya di babak ketiga. Saya belum tahu soal naturalisasi (rencananya). Mungkin tergantung PSSI menambah pemain atau apalah, sebagai pemain saya lebih fokus latihan. , ini jalur pribadi saya dan saya siap bersaing,” pungkas pemain bertinggi badan 184cm itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *