Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Timah, Kejagung Pastikan Penyidikan Terus Berlanjut

JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan penyidikan kasus korupsi bijih timah masih terus berlanjut setelah penyidik ​​menetapkan 21 tersangka dalam kasus yang merugikan negara dalam jumlah besar.

Kasus korupsi timah yang mencuat sejak tahun 2023 ini menjerat sejumlah tokoh senior, mulai dari pengusaha hingga petinggi perusahaan, termasuk nama-nama rumah tangga seperti Harvey Moeis dan Helena Lim.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara ketat.

“Kami telah memeriksa banyak saksi dan menetapkan beberapa tersangka terkait kasus ini. Kasus ini berdampak luas, baik secara ekonomi maupun lingkungan,” ujarnya, Selasa (14/5/2024).

Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya sudah memeriksa 5 orang. Kelimanya diperiksa terkait penyidikan kasus dugaan korupsi PT Timah yang melibatkan tersangka TN alias AN dan lainnya.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat alat bukti dan melengkapi berkas perkara, ujarnya.

Saksi yang diperiksa adalah YG selaku tim penilai PT MCM RKAB, CV Venus Inti Perkasa, PT Tinindo Internusa.

Selanjutnya EDW selaku tim penilai RKAB PT MCM, CV Venus Inti Perkasa, PT RBT, BTI, Trimitra, PT Tinindo Internusa. Saksi lainnya adalah NR dan RH selaku tim penilai PT MCM, CV Venus Inti Perkasa. Sedangkan saksi yang diperiksa dari pihak swasta berinisial LA alias ACW.

Sejauh ini, Kejaksaan Agung telah menuntut 21 tersangka kasus korupsi timah. Lalu apakah ada tersangka baru?

Sebelumnya, Jaksa Agung menetapkan lima tersangka korupsi bijih timah, di antaranya:

1. Hendry Lie (HL) selaku Beneficial Owner atau Pemilik Manfaat PT TIN

2. Fandy Lie (FL) sebagai marketing PT TIN dan adik Hendry Lie

3. Suranto Wibowo (SW) sebagai Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung 2015-2019

4. Rusbani (BN) selaku Pj Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung, Maret 2019

5. Amir Syahbana (AS) selaku Pj Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung

Sebelumnya, Jaksa Agung telah menetapkan 16 orang tersangka dalam kasus korupsi bijih timah, yaitu:

Dugaan menghalangi penyidikan:

1. Toni Tamsil alias Akhi (TT)

Tersangka utama dalam kasus ini:

2. Suwito Gunawan (SG) sebagai komisaris PT SIP atau perusahaan pertambangan di Pangkalpinang, Bangka Belitung

3. MB Gunawan (MBG) sebagai direktur PT SIP

4. Tamron alias Aon (TN) selaku pemilik manfaat atau pemilik manfaat CV VIP

5. Hasan Tjhie (HT) sebagai Direktur Senior CV VIP

6. Kwang Yung alias Buyung (BY) sebagai mantan Komisaris CV VIP

7. Achmad Albani (AA) sebagai Manajer Operasional Penambangan CV VIP

8. Robert Indarto (RI) selaku Direktur Utama PT SBS

9. Rosalina (RL) selaku General Manager PT TIN

10. Suparta (SP) selaku direktur utama PT RBT

11. Reza Andriansyah (RA) selaku Direktur Pengembangan Bisnis PT RBT

12. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) sebagai Presiden dan Direktur PT Timah 2016-2011

13. Emil Ermindra (EE) sebagai CFO PT Timah 2017-2018

14. Alwin Akbar (ALW) sebagai mantan COO dan mantan direktur pengembangan bisnis PT Timah

15. Helena Lim (HLN) selaku Direktur QSE PT

16. Harvey Moeis (HM) sebagai perpanjangan tangan PT RBT

Kejaksaan juga menyita lima pengecoran logam di Bangka Belitung, yakni pengecoran CV VIP, pengecoran PT SIP, pengecoran PT TI, pengecoran PT SBS, dan pengecoran PT RBT. Selain itu, berbagai alat berat dari pabrik peleburan seperti ekskavator dan buldoser juga disita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *